Contoh Surat Kuasa

Contoh Surat Kuasa – Entah karena jadwal begitu padat atau keadaan tertentu lainnya, kamu tentu pernah mengalami susah membagi waktu untuk mengurus dokumen atau urusan yang sangat penting. Dalam keadaan tersebut, mungkin besar yang terpikir olehmu adalah meminta pertolongan orang lain untuk mewakili dan jalankan pengurusan.

Untuk itu, kamu wajib menuliskan surat kuasa kepada orang lain agar segala sistem pengurusan dokumen terjadi tanpa hambatan.

Contoh Surat Kuasa ini sangatlah penting. Tanpa tersedia surat kuasa, seseorang tidak akan bisa mengurus dokumen yang kamu butuhkan atas namanya.

Apa Itu Surat Kuasa?

Surat kuasa adalah surat yang memuat pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lain. Pelimpahan wewenang bisa mewakili pihak yang berikan wewenang di dalam urusan pribadi, bisnis, ataupun kasus hukum.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), surat kuasa adalah surat yang memuat pertolongan kuasa kepada seseorang untuk mengurus sesuatu.

Ciri-ciri Surat Kuasa

Pada umumnya, surat kuasa bisa dikenali bersama ciri-ciri tertentu dan spesifik, antara lain:

Surat memuat pertolongan kuasa/wewenang kepada seseorang untuk mengurus sesuatu kepentingan.
Bahasa yang digunakan singkat, lugas, efektif, dan tidak berbelit-belit.
Dalam penulisan surat wajib memanfaatkan bahasa baku, struktur jelas, dan ringan dipahami.

Jenis-jenis Surat Kuasa

Secara umum, penggolongan surat kuasa terbagi dua, yaitu surat kuasa formal dan non-formal.

Berdasarkan obyek pembuatannya, surat kuasa dibedakan menjadi tiga jenis, antara lain:

1. Surat Kuasa Perseorangan (Pribadi)
Surat kuasa perseorangan dibuat oleh seseorang dan diberikan kepada orang lain untuk jalankan hal yang terkait bersama kepentingan pribadi si pemberi kuasa.

Untuk surat kuasa perseorangan ini, kamu tidak wajib memanfaatkan kop surat resmi.

2. Surat Kuasa Kedinasan (Resmi)
Surat kuasa kedinasan dibuat oleh suatu instansi, lembaga, atau perusahaan, kepada pegawai (pejabat) tertentu. Tujuannya, agar pejabat tertentu (si penerima kuasa) bisa jalankan tugas/wewenang atas nama instansi atau perusahaan.

Pada surat kuasa kedinasan, wajib terkandung nama dan alamat lengkap dari perusahaan pada kop surat. Informasi lainnya, seperti nama, NIP, jabatan, alamat dari pemberi dan penerima kuasa, dan juga kepentingan pengurusan, juga wajib tercantum di dalam surat.

3. Surat Kuasa Istimewa (Khusus)
Surat kuasa istimewa diberikan kepada seseorang atau pihak lain untuk mewakili si pemberi kuasa di dalam berkenaan atau kasus hukum. Pada umumnya, orang lain yang terima surat kuasa istimewa ini adalah pengacara atau instansi pertolongan hukum.

Dalam pembuatan surat kuasa istimewa, kamu wajib menuliskan kepentingan pengurusan dan nama dari pengadilan setempat.

Bagian-bagian Surat Kuasa

Sebelum membuat Contoh Surat Kuasa, tersedia lebih dari satu bagian mutlak yang wajib dicantumkan, meliputi:

1. Bagian KOP
Kop atau kepala surat wajib dituliskan pada surat kuasa yang kamu buat. Bagian kop ini memuat identitas sebuah surat.

Kop juga keliru satu yang memperlihatkan bahwa surat berikut juga surat resmi. Terdapat lebih dari satu hal yang wajib tersedia pada kop surat, yaitu:

Judul, memuat maksud untuk dari pembuatan surat tersebut, atau tipe surat apa yang kamu buat itu, misalkan “surat kuasa”.
Nomor surat, seumpama surat berasal dari instansi formal kamu juga wajib mencantumkan nomor surat, hal berikut karena surat kuasa ini merupakan surat resmi, tapi kecuali surat dikeluarkan oleh perorangan dan bukan atas nama instansi atau instansi tertentu, Anda tidak wajib mencantumkan nomor surat pada surat kuasa yang dibuat.
Nama organisasi, seumpama yang menambahkan surat kuasa bukan perorangan, tapi keliru satu instansi atau instansi tertentu maka nama lembaganya wajib ditulis dibagian kop surat. Jika perorangan maka tidak wajib dicantumkan.

2. Bagian Isi
Bagian ini merupakan bagian utama pada surat kuasa. Bagian ini memuat identitas si pemberi kuasa, penerima kuasa, pengakuan kuasa, dan kadang kala juga konsekuensi yang akan didapatkan terkait penggunaan surat ini.

Identitas pemberi kuasa, memuat biodata lengkap pemberi kuasa, seperti nama lengkap, tempat/tanggal lahir, pekerjaan, alamat, dan Nomor Induk kependudukan (NIK). Usahakan knowledge yang tercantum lengkap agar tidak membingungkan.

Identitas penerima kuasa, memuat biodata lengkap penerima kuasa, seperti nama lengkap, tempat/tanggal lahir, pekerjaan, alamat, dan Nomor Induk kependudukan (NIK). Seperti knowledge pada penerima kuasa, usahakan juga knowledge yang tercantum lengkap, cocok bersama Kartu Tanda Penduduk (KTP) penerima kuasa.
Pernyataan penyerahan kuasa, memuat pengakuan penyerahan kuasa, contoh pemberi kuasa sebagai pihak pertama dan penerima kuasa sebagai pihak kedua, pengakuan berikut misalkan saja pihak pertama menambahkan kuasa kepada pihak ke dua untuk jalankan pengambilan ijazah. Anda bisa menuliskan seperti itu misalnya.
Pernyataan konsekuensi, kebanyakan pemberi kuasa juga mencantumkan pengharapan agar surat kuasanya yang diberikan digunakan bersama sebaik-baiknya, hal berikut menambahkan sedikit peringatan kepada penerima kuasa agar tidak memanfaatkan surat kuasa bersama seenaknya sendiri.

3. Bagian Penutup
Pada bagian penutup surat kuasa, kamu bisa memanfaatkan penutup seperti surat formal yang lainnya.

Agar lebih jelas, terkandung 2 poin mutlak yang wajib diperhatikan untuk isi bagian penutup, yaitu:

Pernyataan penutup terkait obyek pembuatan Contoh Surat Kuasa tersebut.
Tanda tangan kedua belah pihak. Jangan lupa disertai bersama materai.

Diatas merupakan unsur-unsur yang wajib dipenuhi di dalam pembuatan surat kuasa. Didalam pembuatannya diharuskan untuk teliti.

Apakah surat kuasa dikatakan sah seumpama ditulis tangan?

Pertanyaan di atas mungkin pernah terlintas di dalam pikiran. Apalagi, kecuali kamu tidak sempat mengetik Contoh Surat Kuasa tersebut. Dilansir dari hukumonline.com, tidak tersedia ketetapan yang mewajibkan suatu surat pengakuan dibuat bersama ditulis tangan atau diketik.

Pada dasarnya, surat pengakuan merupakan akta yang ditandatangani di bawah tangan dan tanpa perantaraan orang umum. Namun, untuk tipe Contoh Surat Kuasa kedinasan dan istimewa, tersedia baiknya diketik rapi karena sifatnya formal dan khusus. Sementara, untuk surat kuasa perseorangan boleh ditulis tangan maupun diketik.

Contoh Surat Kuasa

Saya yang bertanda tangan di bawah ini sebagai pihak 1:

Nama : Rara Ramadhani
Tempat/ Tanggal lahir : Yogyakarta, 06 Juli 1990
Jenis Kelamin : Perempuan
NIK : 330011223344556609
Alamat : RT. 10, RW. 03, Pelem, Mandah, Riau.

Dengan ini menambahkan kuasa kepada pihak 2:

Nama : Dimas Bakti
Tempal/Tanggal lahir : Riau, 04 Agustus 1995
Jenis Kelamin : Laki-laki
NIK : 330011223344557704
Alamat : RT. 10, RW. 03, Pelem, Mandah, Riau.

Untuk mengurus pengambilan BPKB bersama nomor polisi: R 2001 SA. Demikian surat kuasa ini dibuat bersama sebenar-benar dan mohon digunakan sebagaimana mestinya.

Riau, 16 Mei 2018

Penerima Kuasa

Dimas Bakti

Pemberi Kuasa

Rara Ramadhani