Review Film Indonesia Surga Yang Tak Dirindukan

Film Indonesia Surga Yang Tak Dirindukan yang dibintangi oleh Fedi Nuril dan Laudya Cynthia Bella ini diangkat berasal dari novel dengan judul yang serupa yang rilis sadar 2015. Sebenarnya novel ini bukan novel yang baru, semacam repackage berasal dari novel yang berjudul Istana Kedua yang terbit th. 2007.

Sinopsis Cerita

Film ini menceritakan Pras (Fedi Nuril) mahasiswa tingkat akhir yang jatuh cinta terhadap pandangan pertama saat bersua dengan Arini (Laudya Cynthia Bella). Saat itu Arini tengah mendongeng untuk anak-anak dengan boneka tangannya. Saat itu keduanya bersua secara tidak sengaja gara-gara Pras mampir untuk mengantar seorang anak yang mengalami kecelakaan kecil ke tempat Arini.

Mestinya, acara ngantar Pras selesai hingga di situ. Tapi kecantikan Arini yang miliki teman baik Lia (Vita Mariana) dan Sita (Zaskia Adya Mecca) mengakibatkan Pras terpesona, yang sukses mengakibatkan sahabatnya Hartono (Tanta Ginting) misuh-misuh gara-gara mesti buru-buru pergi demi menyeelsaikan tugas akhir kuliahnya. Semantara Amran yang diperankan oleh Komika Kemal Pahlevi jadi mengipasi Pras bikin menikahi Arini.

Gayung bersambut. Arini juga menyukai Pras. Enggak pake lama, keduanya langsung menikah.
Kalau Arini miliki komitmen “Siapa sih yang sanggup menanggung seseorang lebih baik jika bukan kami yang percaya?”, maka Pras miliki komitmen lain. Masa kecilnya yang pahit ditinggal ibunya yang meninggal di depan mata mengakibatkan Pras tidak terobsesi jadi orang terkenal. Pras cuma inginkan dunia di sekitarnya jadi lebih baik berasal dari dunianya dulu.

Ucapan atau komitmen Pras ini mendapat ujian berasal dari Allah. Hmmm, saya jadi mikir ini semacam contoh masalah hati-hati dengan ucapan kita. Enggak salah emang, ya. Cuma pernah kepikiran ga sih Allah seakan-akan menguji kami untuk tunjukkan ucapan kami sendiri?

Dalam sebuah perjalanan menuju tempat proyeknya, Pras yang sudah dianugerahi puteri yang cantik, Nadia yang diperankan oleh Sandrina Michelle ini, mendapatkan mobil yang dikemudikan Meirose hampir terperosok ke jurang. Sifat welas asih dan ga tegaan mengakibatkan Pras bukan saja menopang Meirose dan menungguinya di rumah sakit. Dokter yang mengatasi operasi Meirose memberitahukan jika wanita cantik nan malang yang mengemudikan mobil dengan baju pengantin itu tengah hamil 7 bulan dan mesti langsung menjalani operasi cesar. Tidak tersedia yang sanggup bertindak sebagai penanggung jawab operasi yang mesti dilaksanakan mengakibatkan Pras bertahan lebih lama.

Setelah Meirose siuman berasal dari operasi cesar masalah mulai keluar dan jadi awal konflik. Meirose ternyata depresi berat. Ditinggal mati ibunya, ayahnya yang pergi saat ia berulang th. ke-12 dan pria yang membohongi Meirose mengakibatkan Mei memastikan untuk bunuh diri. Hanya satu hal yang sanggup menyelematkan Meirose berasal dari aksi nekatnya. Ucapan Pras yang bersedia menikahi Meirose demi Akbar Muhammad, dan demi permohonan Pras yang inginkan mengakibatkan dunia sekitarnya lebih baik. Demi harapan tidak tersedia ulang anak yatim yang malang layaknya dirinya pernah ditinggalkan orang tua.

Pras menikah diam-diam dengan memanggil Hartono dan Amran sebagai saksi saat Arini polos saja beranggap Pras tengah dinas untuk urusan proyeknya. Rahasia Pras terkuak saat si mbo mendapatkan bon apotek untuk ongkos imunisasi dan obat untuk di dalam saku celana Pras yang dicuci. Belum ulang ternyata Arini sadar jika ayahnya menikah ulang sepanjang 15 th. sebelum akan kepergiannya.

Akting Para Pemain

Ingat aktingnya Bella di film Assalamualaikum Beijing , kan?. Di film di awalnya Bella berperan sebagai Sekar yang tergila-gila dengan cinta sejati yang drama queen banget. Di film ini Bella memerankan sebagai gadis yang lembut, kadang tidak sanggup menghambat emosi sekaligus tidak tegaan meski terhadap Meirose yang dianggap sebagai perebut surga yang dibangunnya dengan Pras.

Fedi Nuril? Selain tetap ganteng, hampir ga beralih dibanding saat main filmAyat-ayat Cinta, penghayatan Fedi Nuril sebagai Pras lebih kuat dan lebih mature. Fansnya Fedi Nuril sanggup klepek-klepek jika lihat aktingnya di sini. Meski begitu, saya percaya ga bakal tersedia (kalau tersedia juga kayaknya dikiiiit banget) fansnya Fedi yang berkenan merasakan posisinya Arini layaknya di film ini. Tapi ini cuma akting, kan?

Peran Zaskya Mecca sanggup dibilang biasa aja. Bukan jelek, tetapi tidak benar-benar menonjol dan banyak wara-wiri di sini. Tapi tetep cantik dengan balutan baju muslimahnya yang sumpah bikin saya naksir berat. Pengen deh miliki salah satu jenis bajunya. Ada ukuran S atau SS bikin saya, ga? Hehehe.

Yang menarik perhatian saya malan Kemal Pahlevi yang memerankan Amran, sahabatnya Pras. Jauh banget deh berasal dari kesan gokil dan imejnya sebagai seorang komika. Kemal sanggup menghilangkan kesan nakal dan gokilnya, beralih jadi seorang teman baik yang kalem , cerdas dan sanggup mengatasi konflik pada Pras dan Arini atau Hartono yang sering sebal dan kesal terhadap Pras.

Raline Shah gimana, Fi? Nah artis cantik yang pernah main di film 5 cm ini juga memadai oke memerankan Meirose yang jadi istri kedua. Dari seorang yang mengalami depresi berat selanjutnya beralih jadi seorang wanita yang lembut, solehah, jago masak, pandai meraih hati dan sabar dilabrakain Arini. Jauh banget berasal dari kesan seorang penggoda dan perebut suami orang. Selain bodi jangkungnya yang bikin mencelos, wajah cantiknya juga bikin envy. Menurut saya lebih cantik saat pake jilbab, deh.

Selain lebih dari satu quote yang sudah saya bocorin di atas, Film Indonesia Surga Yang Tak Dirindukan – serupa layaknya film Assalamualaikum Beijing- juga sarat dengan qoutation yang keren dan sarat makna. Misalnya saja ucapan Meiroe saat mendesak Pras untuk berterus terang terhadap Arini

Lainnya

Melly Goeslaw emang jagonya bikin lagu-lagu yang tepat bikin soundtrack berasal dari film-film religi khususnya yang bertema berkenaan cinta. Untuk film ini, Melly Goeslaw dipercaya ulang menggarap lagu berjudul serupa dengan filmnya, “Surga Yang Tak Dirindukan” yang dinyanyikan oleh Kris Dayanti. Ada juga Tya Subiakto sebagai penata musik yang menopang kondisi penonton makin lama terharu biru lihat tiap-tiap scene demi scene di dalam film ini. Abaikan munculnya produk sponsor atau penyebutannya yang keluar di film ini, ya. Seperti lebih dari satu film Indonesia lainnya, film ini juga jadi ajang ‘ngiklan’ lebih dari satu produk layaknya hand body dan obat penurun panas anak.