Tentang Surga Menanti Film Religius Yang Harus Ditonton

Satu ulang film inspiratif bernuansa Islami yang mengharumkan perfilman Indonesia. Kali ini film bertema hafidz atau para penghapal Al-Qur’a siap menegur anda sejalan dengan datangnya bulan suci Ramadhan. Khanza Film bekerjasama dengan Yayasan Syekh Ali Jabeer mempersembahkan film bergenre drama religi “Surga Menanti” yang disutradarai Hastobroto.

Mengisahkan seorang remaja bernama Dafa (Syakir Daulay), putra dari pasangan Yusuf (Agus Kuncoro) dan Humaira (Umi Pipik Dian Irawati) yang bercita-cita jadi sebagai seorang hafidz. Demi meraih mimpinya yang mulia tersebut, Dafa bersekolah di luar kota.

Ujian datang pada siapa saja yang Allah kehendaki. Sang umi, Humaira divonis oleh dokter menederita leukemia, dan cuma punya sisa hidup satu tahun. Dafa yang mendengar kabar berikut jadi bimbang. Haruskan ia pulang dan menemani sang umi yang tengah kritis atau meneruskan pendidikannya sebagai penghapal Al-Qur’an. Yusuf tak kalah syok mendengar kabar tersebut.

Karena kecintaannya pada orangtua, Dafa kelanjutannya mengambil keputusan mengabulkan permintaan sang abi untuk ulang ke kampung dan meneruskan sekolah di sana. Perjalanan baru Dafa dimulai, konflik terlihat disaat Eben datang. Mampukan Dafa mewujudkan cita-citanya? Bagaimana Kehidupan Dafa sehabis itu?

Tak cuma menceritakan Dafa, film yang sarat akan perjuangan jadi hafidz ini terhitung menceritakan sepasang kembar, Safina dan Safira yang dilarang jadi penghapal Al-Qur’an oleh orangtuanya dengan suatu alasan. Ada terhitung Salman (Panca Rahmadi) yang bersemangat dan yakin diri menjadipenghapal Al-Qur’an kendati dirinya mengalami keterbatasan.

Film ini terhitung menghadirkan Syekh Ali Jabeer dan sederet artis lainnya sperti Della Puspita, Roy Turakhen, Ustad Restu Sugiarto, Muhammad Syakir Sula, Vivid F Argarini, dan Astri Ivo. Tayang pada 2 Juni 2016, Surga Menanti Film akan membawa segudang ide dan semangat bagi anda yang menontonnya.

“Surga Menanti”, itulah judul Surga Menanti Film yang dibintangi oleh “Umi” Pipik Dian Irawati dan Agus Kuncoro ini. Sebuah film religi pasti saja, yang merupakan hasil kerjasama Yayasan Syekh Ali Jabeer dan Khanza Film Production, dan akan tayang menjadi hari ini, 2 Juni 2016.

Surga Menanti Filmberkisah perihal seorang Daffa yang diperankan oleh Syakir Daulay, dalam perjuangannya jadi seorang hafidh qur’an. Sebuah cita-cita yang tidak terlihat begitu saja pada diri Daffa, akan tapi tidak lepas dari impian, motivasi, doa-doa dan usaha ke dua orang tua Daffa, yakni Yusuf (Agus Kuncoro) dan Humairoh (Umi Pipik).

Untuk mewujudkan impiannya–memiliki seorang anak yang hafidh qur’an, Yusuf dan Humairoh mengirimkan Daffa–anak semata wayangnya, ke pesantren tahfidh. Tempat yang jauh dan mesti berpisah dengan sang buah hati, tidak jadi kendala bagi mereka. Begitu terhitung dengan Daffa, dia terlalu udah siap berpisah untuk waktu dengan orang tuanya, demi mewujudkan impiannya yang terhitung idaman ke dua orang tuanya.

Namun, untuk meraih idaman sebagai hafidh qur’an ternyata bukanlah perkara yang mudah. Berbagai kendala dan kendala tunggu sepanjang perjalanan dalam meraihnya. Belum hingga usai pendidikan Daffa di pesantren, belum terhitung tercapai cita-citanya jadi seorang hafidh, Yusuf menjemput Daffa pulang. Kondisi Humairoh yang sakit dan fisiknya yang konsisten melemah, memaksa Yusuf untuk menjemput Daffa. Sebuah ketetapan yang berat tidak cuma bagi Yusuf dan Humairoh, tapi terhitung Daffa.

Memang bukan tidak barangkali sanggup meraih gelar hafidh di luar pesantren. Tapi tantangannya pasti jauh lebih berat jika dibandingkan di pesantren. Lingkungan yang kurang mendukung dan pandangan “miring” beberapa orang pada mereka yang tsiqoh memegang agamanya–termasuk mereka yang berkeinginan jadi hafidh qur’an, jadi ujian yang berat. Hal itu terhitung dialami Daffa di kampung halamannya. Bahkan penghalang terberat justru datang dari tetangga yang rumahnya berada pas di sebelah rumah orang tua Daffa. Seolah tak bosan-bosannya bu Asri–tokoh antagonis dalam Surga Menanti Film yang diperankan oleh Della Puspita, melihat sebelah mata dan tetap berupaya mengendurkan semangat Daffa untuk jadi hafidh.

Belum ulang keadaan Humairoh yang konsisten memburuk. Daffa pun mengetahui keadaan umminya sehabis dia mendapati hidung umminya mengeluarkan darah. Humairoh yang tadinya tetap berupaya menyembunyikan sakitnya dari Daffa, dan juga berpura-pura tegar dan kuat waktu di hadapan putranya, kelanjutannya mesti menyerah terhitung pada sakitnya. Beberapa kali Humairoh mesti terlihat masuk rumah sakit.

Keadaan yang pasti saja tidak gampang dihadapi oleh seorang anak, terhitung Daffa. Hal itu memadai membebani asumsi Daffa. Namun di dalam sakitnya, Humairoh tak henti-hentinya konsisten menyemangati Daffa untuk sanggup segera meraih impiannya. Begitu terhitung dengan Yusuf. Yusuf begitu tegar dan bersemangat dalam memotivasi Daffa. Meski sesungguhnya Yusuf pun tak tega melihat keadaan Humairoh–istrinya, hingga diam-diam kadang waktu Yusuf pun menitikkan air mata.

Kehadiran dr. Fitri dalam film ini memberi tambahan warna tersendiri. Berbeda dengan karakter bu Asri, empati dr. Fitri pada keadaan keluarga Yusuf-Humairo dan Daffa menjadikan dr. Fitri sebagai sosok kawan sekaligus tetangga yang patut dicontoh. Sikap empati dan simpati yang ditunjukkan dr. Fitri terpancar dari tutur kata dan perilakunya. Begitu terhitung dengan Kedatangan dua orang tuna netra yang merupakan sepasang bapak dan anak. Pesan Syekh Ali Jaber kepada mereka berdua, dan juga petuah yang disampaikan sang bapak kepada anaknya yang mengadukan nasib mereka jadi tuna netra, sangatlah indah.

Begitu beratnya ujian yang mesti dihadapi untuk sanggup meraih gelar hafidh qur’an yang ikhlas dikarenakan Allah semata. Karenanya Allah udah menjanjikan surga bagi para penjaga al qur’an melalui hafalannya. Persis seperti judul Surga Menanti Film, surga udah tunggu mereka.

Ini terlalu film religi yang patut ditonton. Sangat menginspirasi. Terutama bagi para orang tua yang terhitung terlalu ingin anaknya jadi hafidh qur’an, film ini terlalu recommended. Ada banyak pesan-pesan mutlak dalam Surga Menanti Film yang sanggup jadi suntikan semangat untuk tetap merawat cita-cita mulia sebagai seorang hafidh qur’an dan atau menjadikan buah hatinya sebagai hafidh qur’an.

Ada pesan-pesan apa saja dalam film ini? Dan bagaimanakah akhir kisah Surga Menanti Film? Berhasilkah Daffa mewujudkan cita-citanya sebagai hafidh? Bagaimana pula dengan keadaan kebugaran Humairoh? Jangan lupa untuk lihat film ini. Ingat, menjadi hari ini!